MAAFKAN AKU, TAK BERMAKSUD MELUPAKANMU
Assalamualaikum sahabat curhat, bagaimana kabar kalian hari ini, kemaren, atau dulu? tetu berbeda bukan! diawal postingan ini sedikit saya akan bercurhat tentang diri saya keadaan saya yang penuh dengan dilema.
Sahabat curhat, pernahkah anda melupakan atau dilupakan? tentu semua pernah merasakan itu. sakit bukan! apabila kita itu dilupakan diabaikan, bukan sekedar kecewa yang dirasakan tapi banyak rasa yang tak bisa dirinci dan didefinisakan satu-satu. merasa salah diri ini yang jarang bersyukur dan berterimakasih kepa Tuhan Yang Tak Pilih Kasih dan Tak Pandang Pilih.
Maafkan aku tuhan, tak bermaksud melupakan. ditengah hirup pikuk kehidupan yang sampai sekarang masih belum menemukan jalan, untuk melangkah satu jengkalpun terasa amat sangat berat untuk dilaluli lalu lantang perjuangan ini. hamba sadar hidup ini terlalu singkat apabila hamba sibukan dengan urusan dunia. hamba juga sadar selama ini hamba terpedaya olehnya.
Dekap hamba walau sesaat, walau sekejap, hingga hamba kembali merasakan ketenagan kedamaian hidup yang Engkau berkahi. Tuhan...! Dalam kesendirian ini baru sadar dan merasa jika Engkaulah yang paling setia, jika Engkau yang selalu ada, bahkan! Engkau sedikitpun tak pernah marah kepada hamba, sedangkan hamba berlaut-larut dengan kehidupan dunia bersama mahluk lainnya.
Maafkan aku Tuhan, takbermaksud melupakan. Mungkin hamba hanya butuh waktu untuk sendiri, untuk kembali berbagi rasa kepada-Mu dan Kekasihmu. karna hamba yakin; Takan Ada Kecemburuan Antara Cinta Sigitiga ini.
Sahabat curhat, pernahkah anda melupakan atau dilupakan? tentu semua pernah merasakan itu. sakit bukan! apabila kita itu dilupakan diabaikan, bukan sekedar kecewa yang dirasakan tapi banyak rasa yang tak bisa dirinci dan didefinisakan satu-satu. merasa salah diri ini yang jarang bersyukur dan berterimakasih kepa Tuhan Yang Tak Pilih Kasih dan Tak Pandang Pilih.
Maafkan aku tuhan, tak bermaksud melupakan. ditengah hirup pikuk kehidupan yang sampai sekarang masih belum menemukan jalan, untuk melangkah satu jengkalpun terasa amat sangat berat untuk dilaluli lalu lantang perjuangan ini. hamba sadar hidup ini terlalu singkat apabila hamba sibukan dengan urusan dunia. hamba juga sadar selama ini hamba terpedaya olehnya.
Dekap hamba walau sesaat, walau sekejap, hingga hamba kembali merasakan ketenagan kedamaian hidup yang Engkau berkahi. Tuhan...! Dalam kesendirian ini baru sadar dan merasa jika Engkaulah yang paling setia, jika Engkau yang selalu ada, bahkan! Engkau sedikitpun tak pernah marah kepada hamba, sedangkan hamba berlaut-larut dengan kehidupan dunia bersama mahluk lainnya.
Maafkan aku Tuhan, takbermaksud melupakan. Mungkin hamba hanya butuh waktu untuk sendiri, untuk kembali berbagi rasa kepada-Mu dan Kekasihmu. karna hamba yakin; Takan Ada Kecemburuan Antara Cinta Sigitiga ini.
